Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Monday, February 15, 2016

Pasar Malam


Setiap datang ke sebuah kota atau kampung, di dalam dan luar negeri, selalu kudatangi pasar malam. Selalu kulihat banyak wajah, banyak kehidupan. China Town di Singapore, Malacca, dan Kuala Lumpur. Apalagi di India. Juga di Dalem Kaum Bandung, di Semarang. Pada Minggu 14/2/2016 lalu di Limbangan, Indramayu setiap Minggu malam, pasar malam digelar. Rutin tiap Minggu. Di jalan depan Mesjid kampung.

Desa Limbangan, persis di sebelah pabrik kimia.Polytama. Desa ini di belakangnya laut Jawa, di depannya jalan pantura, di baratnya kawasan industri Balongan, di timurnya pesawaha. Jalannya berlubang. Perempuannya bekerka jadi TKI. Lelakinya di pabrik atau nelayan. Setiap Minggu ada pasar malam Senenan, memanfaatkan jalan kampung di sekitar Masjid dan pipa gas. (GG)

Tuesday, February 9, 2016

Menikmati Pagi di Kampung Arab Singapura

Keuntungan bergabung dengan Gong Traveling adalah setiap waktu dimanfaatkan dengan maksimal. Lokasi hotel persis di depan Masjid Sultan, Kampung Bugis, sehingga bisa sholat Subuh berjamaah bersama warga Singapore.

Setelah sholat Subuh, kita bisa.menikmati detak pagi di sekitar Kampung Arab. Kita jelajahi gang-gangnya. Kita bisa mendapat banyak kejutan. Kita sarapan di Kampung Gelam, menikmati mural, serta kenikmatan pagi lainnya.


Tuesday, January 5, 2016

Menu Gurih Solidarnos Cafe

Memanjakan bibir Anda.
Tidak peduli Anda memakai lipstik apa.
Dan bentuk bibir Anda seperti apa.
Datang dan nikmati kami.
Suasana cozy di Solidarnos Cafe.
Keuntungannya untuk Rumah Dunia.
Adress : Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam Nomor 40, Serang 42118.

Wednesday, October 7, 2015

Solidarnos Cafe : Drink, Eat, Read

Pelan-pelan, konsep "Drink, Eat, Read" kami wujudkan di  Solidarnos Cafe, Rumah Dunia. Sebagai traveler, saya tahu persis kebutuhannya. Traveling tidak pernah bisa lepas dari kuliner. Minta doanya, teman-teman. Berharap dari donasi; zakat, infaq, sodaqoh tentu tidak apa. Kita tidak boleh menolak orang yang hendak berbuat baik. Apalagi Rumah Dunia sudah kita niatkan untuk warisan.di masa depan. Tapi saya harus bertanggungjawab secara moral, dengan nasib Rumah Dunia ke depan. Solidarnos Cafe adalah ikhtiar, agar keberlanjutan Rumah Dunia tidak membebani kita. Bismillah, tinggal menggodok menu khasnya dan pegawainya.

Saturday, May 9, 2015

Es krim Singapura Lezat

Semua orang, jika jalan-jalan ke Singapore, pasti beli es krim seharaga S$ 1 (sekitar Rp. 9500). Saya ketagihan, tiap hari beli. Eskrimnya tebal, seperti penghapus kapur. Terutama dilapisi roti. Kenapa di Singapore enak, tapi kok yang di Serang tidak? Atau di Indonesia, eskrimnya biasa-biasa saja. Keempat anak saya suka. Bahkan peserta Gong Traveling, yang sudah angkatan ketiga juga suka. Saya sering memergoki, warga Singapura - tua dan muda, juga menyukai es krim ini.  Padahal mereknya sama dengan yang kita makan di Indonesia, Wall's. Saya yakin, ini bukan persoalan geografis, tapi es krimnya memang enak. Akhirnya menikmati es krim Singapura bisa kita jadikan kuliner. (GG)

Sunday, April 26, 2015

Kopi, Teh, dan Puisi

Saya sejak dulu tidak fanatik pada kopi. Tapi jika sedang kemping suka minum kopi pahit plus gula Jawa. Setelah itu tidak lagi. Atau kalau sedang traveling ala backpacker, untuk adaptasi dengan lingkungan, wisata kuliner saya : minum kopi di warung-warung. Saat riset lapangan selama 50 hari di Sumatra, April hingga awal Juni 2013 - saya memulainya dari Sabang dan berakhir di Lampung, saya tenggelam dengan kopi dan menulis puisi di kamar hotel murah meriah. Terutama saat di Sabang, Banda Aceh, Takengon, Kutacane, Kabanjahe, Padangsidempuan, Mandailing Natal, Sawah Lunto, Curup bengkulu dan Pagar Alam. Selain mewawancarai orang, saya masuk ke gudang-gudang kopi mereka, menghirup kopi luwak, menyeruputnya dengan ranting kayu manis, dan ikut menjemur biji kopinya. Maka jadilah buku puisi "Air Mata Kopi" (Gramedia, Oktober 2014) yang masuk 10 besar "Hari Puisi Indonesia" 2014.



Saturday, April 25, 2015

Kuliner Pempek Arane Asli Palembang Ada di Serang Banten

Kamu orang Palembang? Pasti tahu kuliner khas murah meriah Palembang, dong. Apa coba? Ya, pempek! Saya pernah beberapa kali ke Palembang. Ketika di sungai Musi, banyak pempek diasonkan. Makan pempek di pinggir sungai Musi tidak ada duanya. Angin yang membawa udara sejuk permukaan sungai Musi, membelai wajah saya. Sulit dilukiskan dengan ktaa ketika beradu dengan gurihnya rasa ikan tengiri segar yang dicampur dengan tepung sagu serta bumbu serta pedasnya air cuka. Pempek dengan bulatan kecil, bulatan gepeng, panjang, dan dibentuk seperti kapal selam terhidang di depan mata. Tapi, pernah tidak terbayang, jika pempek Palembang itu ada di Serang - Banten? Bagi para pencinta pempek tak perlu khawatir dan tak perlu pergi jauh hingga ke Kota Palembang, karena di Banten telah hadir Pempek Arane di Jalan TB. Suwandi no. 126 C (Lingkar Selatan) Kota Serang, Banten.

Thursday, April 23, 2015

Kuliner Sarapan Nasi Krawu di Suraba

Apa lagi yang bisa ditulis travel writer saat mendatangi sebuah kota? Kuliner juga bisa kita tulis. Cobalah angle kuliner sarapan. Manfaatkan situasi atau suasananya. Pilih saat sarapan, makan siang, atau dinner. Saat di Surabaya, saya mencoba memilih angle kuliner sarapan nasi krawu. Ini unik. Jika kita ke daerah di sekitar stasiun Gubeng, banyak penjual nasi krawu, yang hanya ada di pagi hari. Setelah dari rumah Bung Kano, saya dan Ahmad Wayang – relawan Rumah Dunia, membeli nasi krawu. Ini sarapan murah meriah.

Kuliner Nasi Megono di Pekalongan

Beribu pagi di kepalaku
Masihkah Engkau bersembunyi di kota lain
yang belum kusinggahi
sementara nafasku sudah di genggaman-Mu


Hotel Princess, Palembang, 16 Juli 2012

***

Setiap traveling ke sebuah kota atau negara, saya sangat menyukai pagi. Sebagai travel writer, saya selalu memaksakan diri untuk bisa menikmati pagi. Termasuk di Pekalongan. Waktu itu, saya dan Abdul Salam HS – relawan Rumah Dunia, datang di Pekalongan pukul 05:30, Minggu 1 Juli 2012. Kami naik bus dari Bekasi. Jalanan macet karena musim liburan. Kami dijamu oleh panitia – Forum Lingkar Pena Pekalongan -  sarapan di alun-alun kota, yaitu nasi Megono. Ini memang piknik kuliner murah meriah.


Kuliner Jus Buah Segar di Bangkok


Jangan khawatir soal kuliner di Bangkok bagi pikniker (pikniker = pelancong, wisatawan atau backpacker) muslim. Di Bangkok ada Indian Food itu halal. Mereka tidak makan daging berkaki empat. Ada ayam. Juga ada banyak makanan halal lainnya. Order saja ke pemiliknya nasi putih dan telor ayam halal. Atau menu nasi putih dan ayam alias chicken rice, sekitar 40 Bath. Tapi, saya sangat suka jajan jus buah-buahan di Bangkok. Ini surga sarapan di “street food” Bangkok. Segelas jus sekitar 30-60 Bath. Segar-segar. Buah naga, mangga, jeruk, jambu, dan duren. Harganya murah-murah. Ini memang piknik murah-meriah ala Gong Traveling.