Awalnya TBM Irma Nurul Bahri, Limbangan, Indramatu kita support Rp. 4 juta pada akhir Februari 2016. Tapi karena tidak cukup; Endar Sinaga memberi tahu belum ada dana untuk keramik, pintu dan jendela, maka kita support Rp. 2 juta lagi pada 10 Maret 2016. Jadi total Rp. 6 juta. Kita do'akan, semoga keramik, pintu dan jendela bisa terpasang. Terima kasih kepada seluruh donatur. Kita gotong-royong lagi untuk 8 Mei di Majalengka Membaca, ya. Sudah ada Rp. 750,000,- (*)
Showing posts with label Rumah Dunia. Show all posts
Showing posts with label Rumah Dunia. Show all posts
Friday, March 11, 2016
Pembangunan Taman Bacaan Masyarakat Irma Nurul Bahri Limbangan
Awalnya TBM Irma Nurul Bahri, Limbangan, Indramatu kita support Rp. 4 juta pada akhir Februari 2016. Tapi karena tidak cukup; Endar Sinaga memberi tahu belum ada dana untuk keramik, pintu dan jendela, maka kita support Rp. 2 juta lagi pada 10 Maret 2016. Jadi total Rp. 6 juta. Kita do'akan, semoga keramik, pintu dan jendela bisa terpasang. Terima kasih kepada seluruh donatur. Kita gotong-royong lagi untuk 8 Mei di Majalengka Membaca, ya. Sudah ada Rp. 750,000,- (*)
Tuesday, January 5, 2016
Menu Gurih Solidarnos Cafe
Memanjakan bibir Anda.
Tidak peduli Anda memakai lipstik apa.
Dan bentuk bibir Anda seperti apa.
Datang dan nikmati kami.
Suasana cozy di Solidarnos Cafe.
Keuntungannya untuk Rumah Dunia.
Adress : Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam Nomor 40, Serang 42118.
Tidak peduli Anda memakai lipstik apa.
Dan bentuk bibir Anda seperti apa.
Datang dan nikmati kami.
Suasana cozy di Solidarnos Cafe.
Keuntungannya untuk Rumah Dunia.
Adress : Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam Nomor 40, Serang 42118.
26 Buku, 26 Angkatan Untuk World Book Day
World Book Day masih 3 bulan lagi, persisnya 23 April 2016. Masih banyak waktu untuk menulis dan menerbitkannya jadi buku. Pada Minggu 3/1/2016, di #SolidarnosCafe, alumni Kelas Menulis Rumah Dunia
(KMRD) angkatan 13, 19, 23 dan 26 serta Majelis Puisi melakukan
pertemuan.
Mereka sepakat merayakan "World Book Day" (WBD) pada 23 April nanti dengan meluncurkan 26 buku. Waktu 3 bulan sangatlah cukup. Mungkinkah? Para peserta KMRD yang bisa menjawabnya.
Mereka sepakat merayakan "World Book Day" (WBD) pada 23 April nanti dengan meluncurkan 26 buku. Waktu 3 bulan sangatlah cukup. Mungkinkah? Para peserta KMRD yang bisa menjawabnya.
Puisi Menolak Dinasti

Melihat wajahmu di tikungan jalan
dengan senyum dan baju berbeda
kau membohongiku berkali-kali
Datang setiap lima tahun
memberi sedikit
mengambil banyak
dari kotaku
dengan cara berhala
Tanah Rumah Dunia Lunas
Alhamdulillah, Selasa 5/1/2016, tanah Rumah Dunia
seluas 3000 m2 lunas. Kita sama-sama berjibaku, gotong-royong mencicil
ke Bank Muamalat sejak Agustus 2011 hingga Augustus 2016. Sebulannya mencicil Rp. 3,5 juta. Ada sisa 7 bulan dari
February 2016 sd Augustus 2016, berhasil kita lunasi dari dana Dindik Banten
sebesar Rp 25 jt.. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu pembebasan tanah Rumah Dunia seluas 3000 m2. Tetap semangat. Jangan kendor mendukung kami.
Wednesday, November 18, 2015
PELATIHAN MENULIS DI RUMAH DUNIA
Hanya dengan Rp. 25 ribu/orang, anak-anak Anda mendapatkan paket makan siang dari #SolidarnosCafe
dan ilmu menulis; silahkan memilih sastra (puisi-cerpen) atau
jurnalistik. Agenda terdekat, Kamis 19 November 2015 kunjungan dari 128
pelajar SMP IT Baitul Mal, Tangerang Selatan. Terus 25 November 2015
dari SMP IT Gunung Sari, Serang. Nah, jika pelajar dari sekolah Anda
tertarik, hubungi Tias Tatanka di 081906311007, pin BB 53A348EB.PELATIHAN MENULIS RUMAH DUNIA
UNTUK SD - SMP - SMA
[Cerpen - Jurnalistik - Puisi]
Ayo, ajak anak-anak Anda
belajar menulis di Rumah Dunia
Biaya Rp. 25,000,-/orang
Min. 25 orang - Maks. 200 orang
Buku Oh Buku
Belum banyak buku yang saya baca. Juga saya bukan pembaca yang baik.
Belum banyak buku yang saya tulis. Juga saya bukan penulis yang baik.
Tapi, jika buku sudah mengubah hidup saya, itu tidak terbantahkan. Jika
menulis membuat saya kuat dan sehat, itu sudah pasti. Maka saya senang
traveling (baca : tur literasi) ke pelosok-pelosok desa, memberi tahu
kepada waga, bahwa membaca itu keren dan bisa mengubah kita dari "zero
to hero" dari "nobody to somebody". Bahkan buku bisa membuat kita lupa,
bahwa kita memiliki kekurangan. Buku membuatku semangat menjalani hidup.
Itulah - saya kira - alasan utama kenapa saya membangun Rumah Dunia dan
menggelorakan "gempa lirerasi", gempa yang menghancurkan kebodohan.
(Gol A Gong)
Monday, October 26, 2015
Sumbangan Buku Untuk Yusuf dari Palu
Pengadan buku di Rumah Dunia diawali dari koleksi buku pribadi milik Gol A Gong. Kini banyak komunitas dan penerbit yang menyumbang. Pada awal Oktober 2015, Honda Banten dan Komunitas 1001Buku. Dari sumbangan buku tersebut, koleksi buku di Rumah Dunia melimpah. Sering Rumah Dunia menyumbangkan kembali buku-buku tersebut ke Taman Bacaan Masyarakat di Banten. Mahasiswa di Untirta dan IAIN Serang - Banten, yang sedang KKM juga, sering minta sumbangan buku ke Rumah Dunia. Pada Senin 26 Oktober 2015, Rumah Dunia kedatangan tamu dari Palu, Sulawesi Tengah. Gol A Gong memberikan sumbangan buku untuk Yusuf, yang akan mengembangkan budaya baca di Palu, Sulawesi Tengah. #IndonesiaMembaca. Semoga bermanfaat.
Pelatihan TV Program di Rumah Dunia
Teman-teman, bulan November ini, #RumahDunia
meluncurkan "Relawan Aksi". Nah, jika ada yang ingin belajar tentang TV
Program, saya akan berbagi pengalaman pada hari Minggu 1 November 2015, pukul
10:00-12:00 WIB dan 24 November 2015, pukul 15:30-17:00. saya akan memberi tahu tahapan sebelum sinetron dibuat; mulai dari ide, membuat buku panduan, menulis out line, skenario dan meeting produksi. Jika tertarik, segera daftar. GRATIS. Terbatas untuk pelajar dan mahasiswa, maksimal 50 orang. Buruan daftar ke Aray Zaenal Abidin di 089521827513 dan Jack Alawi di 0818828395. Jangan lewatkan. #RumahDunia (")Wednesday, October 7, 2015
Solidarnos Cafe : Drink, Eat, Read
Pelan-pelan, konsep "Drink, Eat, Read" kami wujudkan di Solidarnos Cafe, Rumah Dunia. Sebagai traveler, saya tahu persis kebutuhannya. Traveling tidak pernah bisa lepas dari kuliner. Minta doanya,
teman-teman. Berharap dari donasi; zakat, infaq, sodaqoh tentu tidak
apa. Kita tidak boleh menolak orang yang hendak berbuat baik. Apalagi Rumah Dunia
sudah kita niatkan untuk warisan.di masa depan. Tapi saya harus
bertanggungjawab secara moral, dengan nasib Rumah Dunia ke depan. Solidarnos Cafe adalah ikhtiar, agar keberlanjutan Rumah Dunia tidak
membebani kita. Bismillah, tinggal menggodok menu khasnya dan
pegawainya. Sunday, October 4, 2015
Dewan Kesenian Banten 2015-2018 Terbentuk
Alhamdulillah, sudah terbentuk Pengurus DKB periode baru, 2015 - 2018. Saya ucapkan selamat kepada Chavchay Syaifullah (Ketua DKB) , Wahyu Arya (Komite Sastra), Maulana Wahid Fauzi (Komite Sinematografi), Rony M Khalid dari Teater Nol Banten (Komite Teater), Enawar (Komite Musik), dan Endang Suhendar
(Komite Tari). Saya rasa seleksi calon pengurus DKB sejak 7 Agustus
hingga 2 Oktober 2015 secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan adalah
bentuk "revolusi pemikiran" baru dikalangan seniman dan pemerintah
(Disbudpar). Dipimpin Firman Venayaksa (Ketua Tim Pansel), saya berhasil hadir, setelah hari pertama gagal karena penerbangan terhadang angin topan di Taiwan, pada 30 September 2015. Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan baik oleh Chavchay dkk. Insya
Allah, akan datang era kebudayaan baru di Banten. Chavchay, bawa seniman
Banten ke surga naik biduk Nuh. Kepada para sahabat timsel; Firman Venayaksa, Indra Kusumah, Wowok Hesti Prabowo, Usman C. Noor, bunda Siti Zahroh, Kang Gebar Sasmita, Jarwo, Uki, semuanya yang terlibat, mari berkarya dan mengabdi. Tetap semangat.Relawan Rumah Dunia in Action
Catat, tanggal 3 November dan 24 November 2015, bertempat di Rumah Dunia, pukul 15:30 - 17:30 WIB, saya akan memberi wawasan TV
Program, berbagi pengalaman 13 tahun bergelut di Indosiar 1995) dan RCTI
(1996-2008). Daftar segera ke Charlis Ridho, Aeny Asma, Aray Zaenal Abidin, Suni Ahwa, Jack Alawi, Abdul Salam. Kegitaan lainnya banyak; kursus cerpen, kursus jurnalistik, menggambar, musik, teater. GRATIS.
Lebak Menulis Untuk Indonesia Membaca
Sepulang dari Taiwan mendeklarasikan "Taiwan Membaca Untuk Indonesia
Membaca" bersama Yayasan Bhakti Jaya Indonesia, GolAGong langsung
meluncur ke "Lebak Menulis Untuk Indonesia Membaca", Sabtu 3 Oktober
2015. "Menulis itu membaca dua kali," kata Gong, yang baru datang dari Taiwan pada Jumat 2 Oktober 2015. "Maka perbanyaklah membaca." Hal senada diungkapkan Ugas KPJ, Ketua PD FTBM Lebak, "Baca buku, jendela dunia." Hadir pada acara itu Firman Venayaksa, Ketua PP FTBM, Chavchay Syaifullah Ketua DKB dan DC Aryadi, Ketua PW FTBM Banten . Sekitar 100 pelajar dan.mahasiswa di Lebak, siap mengikuti pelatihan menulis. (")
Sarjana Rumah Dunia
Saya baru saja datang dari Taiwan Sabtu 3/10/2015. Saya kangen dengan
Rumah Dunia. Maka Minggu 4/10/2015, saya mengajar di Kelas Menulis Rumah
Dunia (KMRD) angkatan ke-26. Ini memasuki bulan ketiga. Setelah materi
jurnalistik di 2 bulan pertama, kini materi fiksi. Tiba-tiba ada
peristiwa menggembirakan. Alhamdulillah, Gita Rizki Hastari, peserta KMRD angkatan ke-25, lulus sarjana Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab
dan Humaniora, UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta. Skripsinya berjudul
"Kesuksesan TBM Rumah Dunia dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program
Literasi Informasi". Perayaannya
brownies dan musik dari relawan RD. Tidak perlu diet dulu, deh.
Oleh-oleh dari Taiwan juga masih menumpuk di perut. Senin besok diet
lagi ya, Mamah tercinta Tias Tatanka. Ada 3 relawan Rumah Dunia, yang sekarang sedang berkutat menulis skripsi; Aeny Asma, Ardian Je, dan Abdul Salam. Semoga literasi berhasil mengubah kualitas hidup mereka menjadi lebih baik. Tahun 2015 ini sudah 3 relawan lulus S1; Suni Ahwa, Ahmad Wayang, dan Hilman Suteja. (")Thursday, September 17, 2015
Antri Visa Schengen ke Jerman
Selasa 15/9/205, saya antri, menunggu pintu Kedutaan Jerman dibuka. Saya sedang mengurus visa Schengen ke Jerman. Alhamdulillah, visanya keluar Senin 21/9/2015. Semoga tidak ada kendala, karena pada
22/9 passport mau dipakai ke Taiwan; saya memberi pelatihan menulis ke
para TKW. Semoga lancar, selesai tepat waktu. Oh ya. Saya terpilih di antara 70 penulis, yang diberangkatkan ke Frankfurt Book Fair pada 12 - 19 Oktober 2015. Indonesia jadi Guest of Honour. Bagi saya ini merupakan sebuah kehormatan. Saya diberangkatan ke FBF berdasarkan aktivitas sya di gerakan literasi. Sejak 1998, saya dan Tias Tatanka serta para sahabat membangun Rumah Dunia - komunitas baca dan menulis di Serang Banten. Kemudian gerakan itu menjadi titik gempa literasi untuk gerakan literasi lokal di Indonesia. Gerakan Indonesia Membaca bergaung di Rumah Dunia dan di seluruh TBM se-Indonesia. Pada 22 April 2010, di Yogyakarta, saya diamanahi jadi Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat se-Indonesia. Ada sekitar 5000 Taman Bacaan masyarakat saat itu. Sekarang sudah berkembang jadi 8000 TBM.
Menulis Sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan
Ketika saya bermimpi ingin membangun gelanggang remaja seperti Bulungan di Jakarta atau Merdeka di Bandung, pesan Bapak, "Kamu harus jadi orang hebat. Kenapa? Karena di Indonesia bukan pada 'apa' yang dikatakan, tapi pada 'siapa' yang mengatakan." Kemudian saya memahami apa yang dikatakan Bapak. Saya menempa diri. Saya tertarik dengan filosofi pendidikan ala Ki Hajar Dewantoro. Maka saya harus jadi guru yang bisa dibanggakan murid-murid saya nanti.
Ketika membangun Rumah Dunia bersama istri dan para sahabat, kami sepakat bukan untuk menduplikasi kami. Bukan untuk mengkloning. Kami menawarkan hal sederhana dan mudah : menulis sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Alhamdulillah, sudah berjalan dengan baik. Warga belajar yang secar ekonomi lemah, mnedapat mnafaat dari Rumah Dunia. Jika warga belajarnya secara ekonomi berkecukupan, wawasan menulisnya semakin bertambah dan menjadi pelengkap dalam karir hidupnya.
Wednesday, September 16, 2015
Belajar Menulis dan Hidup di Rumah Dunia
Hari Rabu (16/9/2015) bagi Emma Nekmah Latuconsina adalah hari ke-30 berada di Rumah Dunia. Dia dari Maluku dan domisili di Yogya. Dia lulusan UIN Yogya. Tiga puluh hari yang lalu, Emma datang ke Rumah Dunia, ingin belajar
menulis. Saya lupa, dia tahu dari mana tentang Rumah Dunia. Yang saya ingat, dia datang diantar temannya saat ada Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD) angkatan ke-26, Minggu 17 Agustus 2015, dintar temannya. Awalnya dia menduga KMRD itu kelas formal, belajar tiap hari di dalam kelas dengan guru-guru formal. Saya jadi
teringat Syarifah Wanja Almunawar,
pada 2004 datang dari Palembang diantar keluarganya; Wanja cuti 1
semester dari UNSRI agar bisa belajar menulis di Rumah Dunia. Kini Wanja sudha mahir menulis cerpen dan skenario dan mengelola komunitas literasi bersama suaminya di Samarinda dan menyabet prestasi nasional di dunia menulis.Friday, August 21, 2015
Dari Relawan ke Donatur
Saya dan istri - Tias Tatanka merasa senang ketika kondisi relawan Rumah Dunia mengalami perkembangan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Relawan Rumah Dunia adalah para mahasiswa yang tinggal di mess Rumah Dunia. Para relawan ini tidak hanya menjalankan roda organisasi, tapi
sejatinya mereka adalah donatur. Kami membaginya dalam 2 kategori.Friday, August 14, 2015
Relawan Rumah Dunia
Di perayaan hari kelahiran saya hari Sabtu 15-08-2015 ini, saya ingin menulis tentang relawan Rumah Dunia. Tidak terasa, umur saya sudah 52 tahun. Saya lahgir 15-08-1963. Saya mulai dengan foto ini. Ingat, saya unggah foto ini di blog saya bukan bermaksud menjodohkan mereka. Saya hanya ingin memberi tahu, bahwa Jack Alawi dan Suni Ahwa
adalah nama kedua orang di foto ini. Mereka adalah contoh nyata dari apa yang pernah Allah firmankan di surat
Al-Alaq. Dengan sangat jelas, bahwa Allah memerintahkan pertama kali
kepada kita "membaca" dan "menulis". Dua hal itulah yang mengubah hidup
mereka.
Suni Ahwa bergabung di Rumah Dunia 12 tahun lampau - pada tahun 2002, saat masih di SD. Saya masih mengingatnya saat itu - hampir kebanyakan anak-anak di Kampung Ciloang, setiap sepulang sekolah mencari rongsokan dan sampah plastik, mereka jual dan menambahi biaya sekolahnya. Bahkan adanya juga yang mengamen di perempatan jalan.
Suni Ahwa bergabung di Rumah Dunia 12 tahun lampau - pada tahun 2002, saat masih di SD. Saya masih mengingatnya saat itu - hampir kebanyakan anak-anak di Kampung Ciloang, setiap sepulang sekolah mencari rongsokan dan sampah plastik, mereka jual dan menambahi biaya sekolahnya. Bahkan adanya juga yang mengamen di perempatan jalan.
Monday, August 3, 2015
Emakku dan Rano Karno
Saya sebetulnya terpaksa mau bertemu
dengan Rano Karno, Gubernur Banten, karena resiko politiknya berat bagi
saya jika dikaitkan dengan saya sebagai relawan Rumah Dunia. Tapi kata Firman Venayaksa, relawan Rumah Dunia yang baru saja meraih gelar doktor ilmu budaya di UNPAD Bandung, "Akang mah diem saja udah diomongin orang. Yang penting mah positif saja."Tapi, ketika terbayang wajah Emak yang ingin bertemu Rano Karno sebagai seorang seniman (aktor), maka bismillah, saya menemui Rano. Emak memang menyukai Rano sejak Rano kecil. Terutama saat Rano berperan sebagai "Si Doel". Hati siapa yang tidak kepincut dengan Si Doel? Termasuk saya.
Alhamdulillah, saya berhasil mempertemukan Emak dengan Rano Karno di
Rumah Dunia pada Senin 3/8/2015 di acara Karnaval Seni yang digagas
Forum Seniman Banten. Kata Emak bahagia seusai perjumpaan dengan Rano,
"Emak cipika-cipiki sama Rano."
Subscribe to:
Posts (Atom)






